Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja

Wujud Sang Pengoceh

Diposkan: 02 Jan 2017 16:14:43 PM Dibaca: 1373 kali


Oleh Doni Ahmadi

Kiranya, beginilah wujud dari Vargas Llosa (yang cukup membuat saya penasaran karena kerap disebut oleh Dominguez dalam "Rumah Kertas" miliknya). Menurut hemat saya barangkali inilah (sedikit wujud) kesamaan antara amerika latin dan indonesia dari sisi kultural: mitos, klenik, dan sebagainya.

Llosa betul-betul memperkenalkan pada saya perihal "Machiguenga" (suku pedalaman yang mendiami Amazon) secara detail. Tokoh dalam cerita ini pun digambarkan seperti halnya Llosa mengajak para pembacanya, agar sampai pada narasi besar yang hendak ia bangun: Sang Pengoceh milik suku Machiguenga.

Dari seorang mahasiswa yang tidak begitu menghiraukan sampai pada rasa penasaran yang kelewat. POV yang digunakan barangkali seperti halnya teks dalam Cala Ibi karya Nukila Amal, dua narasi besar yang saling berkelindan.

Llosa begitu sabar dalam bercerita, banyak kejutan kecil yang mengundang tawa barangkali (penis yang membengkak hingga seperti guling, dan sebagainya). Membaca Pengoceh barangkali semacam berwisata menjadi seorang antropolog, saya seolah membaca jurnal yang muskil, semua terbentang luas dalam teks setebal 371 halaman ini, budaya, kepercayaan, sosiokultural dan lain-lain, barangkali seperti barang dagangan yang terhampar (saya sampai bingung untuk mengingat beragam nama/istilah. Mana dewa yang baik atau sebaliknya, atau mana anak setan dan mana yang anak peri). Llosa (saya pikir) mempertentangkan berbagai hal dalam teks ini, dari nilai luhur yang ada dalam adat, perihal menjadi masyarakat minoritas dalam suatu kumpulan sub-kultur, hingga pada ekspansi dari modernitas, yang membuat masuknya para misionaris dan merusak ajaran-ajaran asli adat.

Buku ini memang kelewat gila, (selain "Rumah Kertas" Domingguez) saya pikir buku ini menjadi terbitan 2016 yang sudah sepantasnya (wajib) dibaca. Dari paradigma yang muskil didengar, sampai pada sisi yang paling subtil, barangkali buku ini merangkum yang sedemikian itu.


Tags

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



Blog Tags
text_notags