Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
We Are Nowhere and It’s Wow. What I Talk About When I Talk About Running

Wesel Pos

DETAIL
Kategori : Fiksi
120 Indonesia
ISBN : 9786020387116
Bahasa Indonesia
Halaman 120 halaman
Stock: 1
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penulis: Ratih Kumala
Berat : 0.20 Kilo

DESKRIPSI Wesel Pos

Ada dua jenis orang yang hidup di Jakarta. Pertama adalah orang sakti, mereka adalah orang yang akan bertahan hidup sebab ‘ilmu’ mereka sudah tinggi. Kedua adalah orang sakit, yang akan mati ditelan kekalahan di kota ini. Elisa datang ke Jakarta membawaku, sebab di atas tubuhku tertulis alamat kakaknya yang selama ini mengiriminya uang melalui aku, si Wesel Pos. Apakah dia akan menjadi orang sakti atau orang sakit? Sungguh tipis perbedaan menjadi sakti dan sakit. .
***
Berani menentukan sudut pandang dan konsisten adalah keberhasilan pertama di novel ini. Lalu setelah membaca halaman demi halaman, keberhasilan lain bermunculan. Ratih benar-benar berhasil menjadikan properti tidak hanya sebagai pelengkap, namun mampu menjadi karakter, bahkan sudut pandang. Pelan-pelan Ratih mengingatkan kita terhadap hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian. Jelas sekali Ratih suka memperhatikan manusia, dan itu modal terbesar keberhasilan novel ini - Ifa Isfansyah, sutradara.

Jakarta tidak akan pernah berhenti ditulis dan diceritakan. Dalam Wesel Pos, karya terbaru Ratih Kumala, Jakarta diceritakan oleh selembar wesel pos, metode pembayaran yang rasa-rasanya sudah ditinggalkan sebagian besar masyarakat moderen hari ini. Sang wesel pos mewakili kita - orang Indonesia kebanyakan - untuk mengintip, meski serba sekilas, kehidupan orang-orang yang harus bersiasat di tengah kerasnya Jakarta. Pilihan benda pos sebagai penutur, penggambaran yang detail dan terasa dekat serta penceritaan yang lancar adalah keistimewaan novel ini - Lily Yulianti Farid, penulis.

Terima kasih, wesel pos. Engkau telah menyajikan sebuah kisah yang menyentuh. Engkau telah memberikan peringatan kepada orang-orang yang bersikeras mau mencari peruntungan hidup di Jakarta - Joko Pinurbo, penyair.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit