Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Sudah Lama Tidak Bercinta, Ketika Bercinta Tidak Lama Suluk Awang-Uwung

Sukarno Hatta: Bukan Proklamator Paksaan

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
610 Indonesia
ISBN : 9786029431704
Bahasa Indonesia
Halaman 610 halaman
Stock: 2
Penerbit: Galang Pustaka
Penulis: Walentina Waluyanti De Jonge
Berat : 0.70 Kilo

DESKRIPSI Sukarno Hatta: Bukan Proklamator Paksaan

“Di Rengasdengklok tidak ada perundingan suatu pun,” tegas Bung Hatta.
Selama “diculik”para pemuda di Rengasdengklok, Bung Hatta membantah bahwa ada perundingan untuk membahas Proklamasi Kemerdekaan. Justru di tengah kegentingan situasi kala itu, ada kebersamaan menarik yang ditunjukkan Dwitunggal, Sukarno-Hatta. Keduanya sibuk bergantian menggendong Guntur yang masih bayi. Bahkan saat menggendong Guntur, Bung Hatta bercerita, ia terpaksa harus merelakan pantalonnya basah karena Guntur kecil ngompol di pangkuannya.

Begitulah sekelumit sisi jenaka kesetiakawanan Sukarno-Hatta. Predikat dwitunggal mereka sandang karena terbukti saling melengkapi, meski sejatinya keduanya memiliki perbedaan prinsipiil, diantaranya, perbedaan politik. Hatta lebih menginginkan bentuk negara kesatuan. Kesamaan visi-memerdekakan serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial untuk rakyat Indonesia-menjadi tali yang menyatukan keduanya.

Buku ini berisi pergumulan perjalanan dwitunggal sekaligus penegasan bahwa mereka bukan dipaksa untuk memproklamasikan kemerdekaan RI, namun Proklamasi Kemerdekaan RI sebenarnya sudah menjadi bagian dari strategi mereka yang dirancang sejak tahun 1920-an.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit