Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Pacarku Memintaku Jadi Matahari Pada Masa Intoleransi

Pada Batas Setiap Masakini

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
660 Indonesia
ISBN : 978-602-72743-3-4
Bahasa Indonesia
Halaman 660 halaman
Stock: Out Of Stock
Penerbit: Octopus
Penulis: Afrizal Malna
Berat : 0.45 Kilo

DESKRIPSI Pada Batas Setiap Masakini

Cerita dimulai dengan pertanyaan: siapakah "masakini"? .

Setelah dewasa, lelaki itu mulai meninggalkan desanya, pergi ke kota memulai kehidupan baru. Tetapi dia merasa tubuh desanya, tubuh-udiknya, terus hidup bersamanya, walau dia telah hidup sebagai orang kota. Apakah lelaki itu termasuk jenis manusia yang hidup sebagai seseorang-tanpa-masakini? .

Kita bergembira bukan karena memotong padi; kita bergembira karena memotong pada yang kita tanam sendiri." Kutipan ini, rasanya, cukup mewakili bagaimana sengitnya setiap persimpangan masakini yang harus kita lalui, antara memotong padi yang tidak kita tanam sendiri, dengan memakan nasi yang bahkan kita tidak tahu bagaimana wujud padi dan sawahnya.
***
“Buku ini merupakan kumpulan esai di sekitar puisi dan prosa yang sebagian saya tulis antara sebelum dan setelah saya bergerak dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota di Jakarta (Urban Poor Constium-UPC). Sebelum tahun 1966 dan setelah tahun 2002. Hampir selama 5 tahun itu saya melakukan semacam absen dari pergaulan sastra dan kesenian lainnya; walau saya sekali-duakali datang ke pergaulan ini, karena alasan teman dekat. Pengalaman ini membuat saya memiliki kesempatan membuat jarak dari dunia buku, bergaul dengan teman-teman rakyat miskin tanpa buku. Jaringan Rayat Miskin Kota jadi penting untuk saya bisa melihat kenyataan dari konteks berbeda.

Buku ini masih jauh untuk bisa menghasilkan garis lain dalam memandang sastra Indonesia dan mendapatkan warna dari kemajemukannya. Yang bisa saya lakukan hanyalah melihat garis yang sudah ada sebagai kumpulan dari banyak titik yang bisa saya pecah atau saya urai kembali. Menyusun kembali titik itu di antara yang telah tersusun, memindahkannya ke tempat lain di antara yang telah terpindahkan, atau membuatnya tersamar dengan titik lain di antara yang telah tersamarkan.” (Afrizal Malna)


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit