Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Ekofeminisme: Kritik Sastra Berwawasan Ekologis dan Feminisme Titik Nadir Demokrasi

Marhaen dan Wong Cilik

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
370 Indonesia
ISBN : 978-979-1260-35-0
Bahasa Indonesia
Halaman 370 halaman
Stock: 2
Penerbit: Marjin Kiri
Penulis: Retor A.W. Kaligis
Berat : 0.40 Kilo

DESKRIPSI Marhaen dan Wong Cilik

Tidak seperti sejarah nasionalisme bangsa-bangsa Eropa yang lebih didasarkan pada kesamaan bahasa atau suku, nasionalisme Indonesia lahir di atas fakta keanekaragaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan, yang dipersatukan oleh suatu rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah. Dengan demikian, maka proyek keadilan sosial dan pembebasan dari kemiskinan adalah bagian integral dari nasionalisme Indonesia. Tapi bagaimanakah partai-partai nasionalis memaknai upaya pembebasan rakyat kecil ini sepanjang sejarahnya?

PNI memakai istilah “marhaen” sebagai upaya identifikasi mereka pada rakyat kecil. Istilah “marhaen” sendiri dipopulerkan oleh Soekarno sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda menggencarkan liberalisasi ekonomi melalui pembukaan sektor perkebunan dan pertambangan bagi kapitalisme asing. Sementara istilah “wong cilik” mulai dipopulerkan PDI pada akhir 1980an sebagai reaksi atas kebijakan ekonomi Orde Baru yang melahirkan konglomerasi di Indonesia, dan masih terus digunakan oleh PDI Perjuangan pasca Orde Baru.

Buku ini melacak bagaimana partai-partai nasionalis menjadikan permasalahan rakyat kecil sebagai dasar perjuangan mereka—di titik manakah mereka berhasil dan di manakah yang tidak;apa saja kendala internal dan eksternal dalam percaturan politik riil tiap-tiap era yang dibahas? Sebuah bacaan penting untuk memahami perpolitikan Indonesia zaman ini.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit