Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Keajaiban Paling Hebat di Dunia Kebangkitan Gerakan Butuh: Refleksi Era Reformasi

Kealpaan

DETAIL
Kategori : Fiksi
228 Indonesia
ISBN : 978-602-50034-3-1
Bahasa Indonesia
Halaman 228 halaman
Stock: 5
Penerbit: Trubadur
Penulis: Milan Kundera
Berat : 0.25 Kilo

DESKRIPSI Kealpaan

Novel ini barangkali bisa dibaca sebagai upaya refleksi dari penulisnya yang eksil ke Perancis pada tahun 1975 (Kundera kemudian mendapatkan kewarganegaraan Perancis pada tahun 1981) sebagai akibat “kemurtadan”-nya dari komunisme, ideologi yang pernah dianutnya di bawah pengaruh dua peristiwa besar yang terjadi pada saat itu, yakni Perang Dunia II dan pendudukan Jerman atas Ceko.

Novel ini ditulis Kundera dalam bahasa Perancis, dengan judul “L’Ignorance“, terbit pertama kali pada tahun 2000. Dalam novelnya ini, Kundera melihat dirinya (atau tokoh-tokoh ceritanya) berada dalam serangkaian dilema: Haruskah ia kembali ke kampung halaman atau tetap hidup di negeri asing? Alasan apa yang membuatnya merasa harus kembali ke tanah airnya atau menetap di tanah pembuangannya? Apa artinya pulang ke kampung halaman dan apa artinya tetap tinggal di negeri asing?

Tamatnya riwayat komunisme di Ceko pada tahun 1989 menjadi premis awal dari novel ini. Berangkat dari premis itu, kemudian Kundera membabarkan banyak hal menyoal nostalgia, ingatan, kenangan, dalam kaitannya dengan eksistensi manusia. Apa fungsi dan peran ingatan bagi seseorang? Mengapa seseorang bisa menyimpan suatu kenangan yang membuatnya acap kali merasakan nostalgia? Hal apa saja yang membuat seseorang merasakan perasaan nostalgia, suatu perasaan menderita yang disebabkan oleh kerinduan tak terkira untuk pulang?

Sebagaimana karya-karyanya yang lain, novel ini juga diracik dengan tiga resep favorit Kundera: joke, politik, dan seks. Ada lelucon-lelucon tajam yang membuat kita gamang karena ingin tertawa sekaligus merenung pada saat bersamaan, seperti ketika Kundera memaparkan lucunya (atau mengenaskannya) perasaan nostalgia seseorang yang senantiasa tak berbanding lurus dengan intensitas ingatan. Ada paparan-paparan politik di mana Kundera mengetengahkan pandangan-pandangannya, seperti ketika Kundera menawarkan tafsirannya yang memandang pertemuan komunisme dengan peradaban Eropa sebagai sebuah pertemuan kencan. Dan, tentu saja, ada kisah cinta erotis sekaligus tragis sekaligus komikal.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit