Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Katak Terkenal dari Calaveras Kawruh Jiwa

Kau Berhasil Jadi Peluru

DETAIL
Kategori : Fiksi
113 Indonesia
ISBN : 978-602-61975-3-5
Bahasa Indonesia
Halaman 113 halaman
Stock: 2
Penerbit: Warning Books
Penulis: Fitri Nganthi Wani
Berat : 0.20 Kilo

DESKRIPSI Kau Berhasil Jadi Peluru

Kumpulan puisi ini merupakan pasangan indah bagi puisi-puisi Wiji Thukul, penyair legendaris itu. Melalui puisi-puisi Wani kita dapat merasakan bahwa Wiji tidak pernah benar-benar pergi. Kepergiannya bukan hanya meninggalkan spirit, melainkan juga suasana kebatinan yang kompleks bagi orang yang dekat dengannya. Wani menemukan puisi sebagai kekasih yang sanggup membantunya memelihara spirit yang diwarisinya dan yang setia menemaninya memanggul salib hidupnya. Di sisi lain, puisi-puisi Wani merupakan testimoni dan jawaban atas apa yang pernah ditorehkannya dalam satu puisi Wiji, “Aku Ingin Jadi Peluru”. Sebuah puisi Wani bersaksi, “Kini kau harus tahu/Kau berhasil jadi peluru/Melesat pesat ke arah yang kau mau/Menembak telak di tiap sasaranmu/Namun ada yang tak kau tahu/Bahwa satu dari pelurumu itu/Telah mengoyak isi jiwaku.” — Joko Pinorbo

Di sini Wani sedang berbicara dengan bapaknya, dengan Wiji Thukul, yang kita tahu tak ada. Kita dibawa masuk dalam hubungan yang tak biasa antara anak dan bapak. Dan benar. Hanya mereka yang bisa memahami hubungan macam apa itu. Hubungan yang mengerikan saya kira, Yang membuat tak satu pun dari kita mau menjadi salah satunya: anak yang ditinggal atau bapak yang tak bisa memberi kabar lantaran dibungkam atau dihilangkan. Ya, hanya mereka berdua yang bisa memasukinya. Saya juga kehilangan bapak. Tapi tentu berbeda dengan Wani yang juga kehilangan bapak. Setiap kali saya kangen saya bisa pergi ke pusaranya. Tapi Wani? Ia harus mengirim pesan ke seluruh penjuru. Melalui surat-surat kepada pemerintah, lembaga-lembaga yang mungkin bisa membantu, kawan-kawan bapaknya, dan terakhir— mungkin yang terakhir—melalui puisi. Saya kira itulah salah satu harga dari kumpulan puisi ini.

- Gunawan Maryanto


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit