Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Fidel: Tahun-Tahun Awalku Fiesta

Fields of Blood

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
ISBN : 9789794339695
Bahasa Indonesia
Halaman halaman
Stock: Out Of Stock
Penerbit: Mizan
Penulis: Karen Amstrong
Berat : 0.80 Kilo

DESKRIPSI Fields of Blood

Berbagai peristiwa dunia belakangan ini diwarnai oleh kekerasan yang dilakukan oleh kelompok agama tertentu. Islamic State di Timur Tengah, Boko Haram dan Lord's Resistance Army di Afrika, ekstremis Buddha dan Hindu di Myanmar dan India.  Ini memunculkan pandangan populer bahwa agama adalah sumber kekerasan dan bertanggung jawab atas rentetan terorisme yang kian kerap terjadi.
 
Melalui buku ini Karen Armstrong memberikan tanggapannya terhadap pandangan tersebut. Karen melakukannya dengan menampilkan penjelajahan historis yang luas, mulai dari epik Gilgamesh hingga Al-Qaeda, merentang masa 3.000 tahun sebelum kelahiran Kristus hingga zaman sekarang. Mencakup masyarakat purba, bukan hanya Babilonia, melainkan juga India klasik, Cina, dan Israel.
 
Dari penelusurannya, Karen menunjukkan bahwa alasan sesungguhnya bagi perang dan kekerasan yang terjadi sepanjang sejarah umat manusia sangat sedikit hubungannya dengan agama. Alih-alih berakar dari inti ajarannya, fenomena kekerasan merupakan reaksi terhadap kekuasaan negara, kapitalisme dan modernisme yang dibungkus dengan bahasa agama. Karen juga memperlihatkan bagaimana agama dapat meredakan kemarahan ini—dan harapan bagi perdamaian di antara orang-orang beragama berbeda di zaman kita.
 
 
 
“Datang pada saat yang tepat, ahli sejarah agama Karen Armstrong menghadirkan Fields of Blood .... Penuh dengan contoh-contoh … tujuan akhir [Armstrong] adalah meminta kita untuk sejenak berhenti. Pikirkan sebelum melompat ke dalam prasangka, katanya .... Di antara yang paling menarik dalam bukunya adalah dekonstruksinya atas stereotip Islam modern …. Pada bagian akhir, hal yang paling ditekankan oleh Armstrong adalah bahwa dengan menyalahkan agama atas kekerasan, kita secara sengaja dan berbahaya membutakan diri terhadap isu sesungguhnya di Timur Tengah dan Afrika.”
Patricia PearsonThe Daily Beast

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit