Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Chairil Anwar: Pelopor Angkatan '45 Che dalam Kenangan FIdel Castro

Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
124 Indonesia
ISBN : 9786028620710
Bahasa Indonesia
Halaman 124 halaman
Stock: 1
Penerbit: Galang Press
Penulis: Arief Budiman
Berat : 0.25 Kilo

DESKRIPSI Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan

Untuk anak muda Indonesia, Chairil Anwar dan karyanya dapatlah menjadi satu insipirasi bagi sikap avant garde. Melalui buku ini Arief Budiman mendekati Chairil secara mendalam dan memikat. Sikap "muda" mereka pun juga sama dengan kita. Sebuah bacaan yang sangat menarik."

Riri Riza, Sutradara Film

 

Dengan prosa yang benderang, lewat jalan psikologi dan filsafat, buku ini mengajak kita terlibat dalam suatu percakapan intim yang intens tentang sosok dan sajak Chairil Anwar. Sebuah permenungan gairah, kecerdasan dan akhirnya kearifan."

-- Hasif Amini, Redaktur Puisi Harian KOMPAS

 

"Pertemuan Arief Budiman dan Chairil Anwar terjadi dalam proses pembacaan Arief atas sajak-sajak Chairil. Esai panjang yang jernih dan orisinal merekam percakapan antara dua penghayatan hidup yang puluhan tahun jarak waktunya, yang dimungkinkan oleh adanya sejumlah sajak yang, dengan bahasa yang khas, berhasil merekam tanggapan penyair terhadap kehidupannya sendiri dan sekelilingnya. Buku ini merupakan salah satu pilihan dalam membaca puisi."

-- Sapardi Djoko Damono, Sastrawan, Guru besar Sastra FIB Universitas Indonesia.

 

“Chairil Anwar adalah figure yang lekat bagi siapa pun yang pernah belajar sastra. Namun, bagaimanakah kehidupan penyair ini dengan segala kegelisahan dan pergulatan batinnya tidak banyak diungkap orang secara mendalam. Melalui ‘pertemuan’ dengan Chairil Anwar, Arief Budiman menyuguhkan  itu semua dengan jelas dan begitu menggugah. Buku yang tetap relevan dibaca untuk masa kini dan samapai kapan pun”

-- Dorothea Rosa Herliany, Penulis, Penyair, dan Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa Award 2206

 

“Ketika puisi melimpah sementara kritikus sangat langka, kupasan Arief Budiman atas sajak-sajak Chairil Anwar bisa menjadi stimulant. Intensitas analisis dan metode Ganzheit yang diterapkan sangat inspiratif untuk menghidupkan gairah sastra yang tengah kering.”

-- Kurnia JR, Sastrawan

 

“Membaca puisi berarti mencoba memahami gairah, kegelisahan mimpi, dan kecemasan manusia penyair yang menulisnya. Membaca sebuah puisi juga berarti sebuah pertemuan antarpribadi; sang penyair dan penafsir. Buku Arief Budiman ini memperlihatkan kalau membaca puisi menjadi kegiatan yang menyenangkan dan memperkaya kemanusiaan kita.”

-- Agus Noor, Cerpenis dan Penulis Lakon

 

“Ketika duduk di sekolah setingkat SMA, saya sudah membaca buku ini. Saya merasa menyelami puisi-puisi Chairil Anwar hingga dasar yang paling dalam. Kini setelah 20 tahun lebih membacanya lagi, buku ini kembali merangsang dialog bukan saja antara dengan Chairil, tetapi juga dengan diri saya sendiri. Sebuah buku yang memikat pembacanya.”

-- Jamal D. Rahman, Pemimpin Redaksi Majalah HORISON

 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit