Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Evolusi Fahrenheit 451

FINKS: Bagaimana CIA Mengelabui Para Sastrawan Besar Dunia

DETAIL
Kategori : Non Fiksi
522 Indonesia
ISBN : 978-602-61744-1-3
Bahasa Indonesia
Halaman 522 halaman
Stock: 94
Penerbit: Jungkir Balik Pustaka
Penulis: Joel Whitney
Berat : 0.60 Kilo

DESKRIPSI FINKS: Bagaimana CIA Mengelabui Para Sastrawan Besar Dunia

PREORDER 7 Jan - 31 Jan 2018. Buku Dikirim tanggal 10 Febuari 2018.

“Dengarkan buku ini, karena buku ini sangat lancar berbicara tentang apa yang dibungkam” - John Berger, pemenang Man Booker Prize

“Buku bertajuk ‘Finks’ menambah deretan bukti baru, bahwa raksasa sastra seperti Baldwin, Márquez, atau Hemingway dibujuk menjadi agen AS dalam Perang Dingin ranah kebudayaan.” - Vice   

“Secara keseluruhan isi buku ini adalah perpaduan mengagumkan antara sejarah politik, sejarah sastra, dan cara yang ditempuh Congress for Cultural Freedom di bawah naungan CIA, sebagaimana dinyatakan seorang profesor Yale, untuk “meyakinkan orang-orang gamang sedunia bahwa kita [Amerika] memiliki sesuatu yang jauh lebih baik daripada Komunisme.” - The New York Times   

Apa hubungan antara politik dan sastra serta, pada umumnya, kebudayaan? Dalam Finks, Joel Whitney menjawabnya melalui sorotannya terhadap kelindan antara sastra dan politik pada masa Perang Dingin. Titik tolaknya adalah The Paris Review, sebuah majalah intelektual yang terkenal karena rubrik Art of Fiction yang memuat wawancara-wawancara bernas dengan beragam sastrawan dunia. Dia menyoroti peran The Paris Review dalam sebuah rangkaian peristiwa yang disebut Kasus Pasternak yang menjerat penulis Dokter Zhivago itu. Dia juga mengupas bagaimana hubungan kerja dan pribadi salah satu redaktur Paris Review dengan Hemingway berkaitan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Kuba. Pembahasannya lalu melebar sampai ke Congress for Cultural Freedom, sebuah lembaga yang bayang-bayangnya melingkupi The Paris Review.

Dengan demikian, dia juga membahas majalah-majalah lain yang berafiliasi dengan CCF, seperti Encounter di Inggris sampai Mundo Nuevo di Amerika Latin. Mundo Nuevo sendiri adalah majalah yang punya andil dalam melejitkan para sastrawan El Boom. Maka, dalam Finks kita berkali-kali akan menjumpai nama Pablo Neruda dan Gabriel Garcia Marquez disebut. Bahkan, persengketaan di seputar karya tulis warisan Che Guevara tidak luput dari penelusurannya. Tidak hanya Eropa dan Amerika yang dibahas dalam buku yang cara penyampaiannya seperti Kisah Seribu Satu Malam ini. Kerja politik budaya CIA di Asia juga dibahasnya; Dari India, Vietnam, sampai Indonesia. Lebih jauh lagi, di antara sekian banyak topik dalam buku ini kita juga bisa menemukan bagaimana politik identitas maupun politik budaya tertentu dimainkan untuk kepentingan politik praktis tertentu. Kata seorang pembaca, “membaca buku ini dan membandingkannya dengan keadaan kita di Indonesia pada masa kini, tidak henti-hentinya membuat saya berpikir,’Kok polanya mirip ya?'”


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit